Bagaimana agar bisa menjadi istri yang sabar?

Assalamualaikum ustadz….

Ustad, saya mau bertanya bagaimana caranya agar selalu sabar menjadi istri dalam menghadapi suami? Dan tips apa saja supaya istri selalu membawa kebahagian serta suasana rumah tidak membosankan. Dan bagaimana caranya agar bisa menjadi istri yang ridho dipoligami? Boleh tidak minta cerai apabila suami berpoligami? Saya sangat membutuhkan jawabannya, terimakasih wassalam,,,,,,,,,

Wassalam:

Jawaban pengasuh:

Ibu Wdy yang shalihah

Tentu tidak mudah menjadi istri yang sabar menghadapi suami, sebagaimana tidak mudahnya menjadi suami yang sabar menghadapi hal-hal yang tidak disukai dari istrinya. Saya kira sama-sama beratnya. Tidak jarang kita menemukan beberapa kekurangan yang tidak kita sukai dari pasangan kita, tetapi Allah memberikan kebaikan pada beberapa aspek yang lainnya. Saya kira tidak seorangpun yang akan memperoleh kepuasan yang sempurna dari dari pasangannya di dunia.

“…. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An-Nisa’ [4]: 19)

Allah menjanjikan ganti pahala yang besar bagi siapa saja dari hamba-Nya yang mampu bersabar. Oleh karenanya tidak ada cara lain selain kita harus terus meningkatkan kualitas diri dan belajar menjadi orang yang sabar.

Ibu Wdy yang shalihah

Menjadi istri yang selalu membahagiakan dan tidak membosankan suami, itu adalah salah satu ciri sebaik-baik wanita yang dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam.

“Hal terbaik bagi seorang mukmin setelah ketaqwaan pada Allah SWT adalah (memiliki) seorang istri solehah, yaitu yang patuh jika disuruh, menyenangkan bila dipandang, membenarkan jika suami bersumpah atasnya, dan pandai menjaga diri dan harta jika suami tidak ada.”(H.R.Thabrani dari Abdullah bin Salam)

Sesungguhnya kunci utamanya adalah menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia. Karena akhlaq yang mulia inilah yang akan melahirkan sikap dan perilaku seorang istri menjadi indah. Dengan modal akhlaq ini pula anda bersedia untuk memberikan yang terbaik buat suaminya; dalam cara bersikap, bertutur kata serta berbagai bentuk pelayanan yang lain. Tanpa hiasan akhlaq, maka segala bentuk pelayan fisik hanya menjadi kepura-puraan belaka.

Adapun secara teknis anda mesti berusaha untuk mengetahui apa yang disukai dan dibenci suami. Maka anda harus berusaha untuk melakukan hal-hal yang disukainya, sebaliknya menghindarkan dari hal yang dibencinya. Ini bisa dilakukan dengan cara menanyakan kepada suami secara terbuka tentang hal-hal yang membuatnya senang dan bahagia, atau dapat pula dengan cara memperhatikan sikap dan ekpresi suami pada saat anda pelakukan sesuatu.

Tidak ada salahnya membuat hal-hal yang menjadikan suami merasa surprise, misalnya dalam menyajikan menu makanan, penataan kamar, sambutan dan senyuman yang manis, kata-kata pujian yang menggairahkan, fariasi dalam tempat dan pose hubungan dan sebagainya.

Ibu Wdy yang shalihah

Bagaimana agar ridha dipoligami? Ini memang bukan pekerjaan gampang. Tidak semua istri bisa menerimanya dengan ridha. Apalagi sangat sedikit diantara pelaku poligami yang menunjukkan contoh yang positif. Kecuali mereka yang betul-betul melakukannya karena Allah, dengan mengindahkan cara-cara yang telah disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Kesuksesan keluarga yang berpoligami sangat ditentukan oleh sejauh mana tingkat pemahaman serta ketaatan masing masing keluarga (suami dan istri-istrinya) kepada ajaran Islam. Kurangnya pemahaman dan pengamalan ajaran Islam akan menjadi sumber pemicu dalam keretakan rumah tangga. Tetapi jika disandarkan kepada pemahaman yang benar serta komitmen untuk melaksanakannya, insya-Allah saling pengertian, saling berkasih sayang dan saling membantu diantara suami dan istri-istrinya akan dapat dibangun secara bersama-sama.

Fikirkanlah masak-masak sebelum memutuskannya; adakah dengan berpoligami itu memberi kebaikan bagi diri, keluarga anda dan calon madu anda, untuk kebaikan dunia dan akhirat anda? Jika anda yakin dan merasa mantap, maka mohonlah kepada Allah agar diberi kemudahan. Tetapi jika sebaliknya, mohonlah kepada Allah agar memberi jalan keluar yang lebih baik.

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala selalu menunjukkan kepada kita kejalan yang diridhai-Nya.

Wassalam:

Pengirim :
Assalamualaikum ustadz….

Ustad, saya mau bertanya bagaimana caranya agar selalu sabar menjadi istri dalam menghadapi suami? Dan tips apa saja supaya istri selalu membawa kebahagian serta suasana rumah tidak membosankan. Dan bagaimana caranya agar bisa menjadi istri yang ridho dipoligami? Boleh tidak minta cerai apabila suami berpoligami? Saya sangat membutuhkan jawabannya, terimakasih wassalam,,,,,,,,,

Wassalam:

Wdy

Jawaban pengasuh:

Ibu Wdy yang shalihah

Tentu tidak mudah menjadi istri yang sabar menghadapi suami, sebagaimana tidak mudahnya menjadi suami yang sabar menghadapi hal-hal yang tidak disukai dari istrinya. Saya kira sama-sama beratnya. Tidak jarang kita menemukan beberapa kekurangan yang tidak kita sukai dari pasangan kita, tetapi Allah memberikan kebaikan pada beberapa aspek yang lainnya. Saya kira tidak seorangpun yang akan memperoleh kepuasan yang sempurna dari dari pasangannya di dunia.

“…. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An-Nisa’ [4]: 19)

Allah menjanjikan ganti pahala yang besar bagi siapa saja dari hamba-Nya yang mampu bersabar. Oleh karenanya tidak ada cara lain selain kita harus terus meningkatkan kualitas diri dan belajar menjadi orang yang sabar.

Ibu Wdy yang shalihah

Menjadi istri yang selalu membahagiakan dan tidak membosankan suami, itu adalah salah satu ciri sebaik-baik wanita yang dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam.

“Hal terbaik bagi seorang mukmin setelah ketaqwaan pada Allah SWT adalah (memiliki) seorang istri solehah, yaitu yang patuh jika disuruh, menyenangkan bila dipandang, membenarkan jika suami bersumpah atasnya, dan pandai menjaga diri dan harta jika suami tidak ada.”(H.R.Thabrani dari Abdullah bin Salam)

Sesungguhnya kunci utamanya adalah menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia. Karena akhlaq yang mulia inilah yang akan melahirkan sikap dan perilaku seorang istri menjadi indah. Dengan modal akhlaq ini pula anda bersedia untuk memberikan yang terbaik buat suaminya; dalam cara bersikap, bertutur kata serta berbagai bentuk pelayanan yang lain. Tanpa hiasan akhlaq, maka segala bentuk pelayan fisik hanya menjadi kepura-puraan belaka.

Adapun secara teknis anda mesti berusaha untuk mengetahui apa yang disukai dan dibenci suami. Maka anda harus berusaha untuk melakukan hal-hal yang disukainya, sebaliknya menghindarkan dari hal yang dibencinya. Ini bisa dilakukan dengan cara menanyakan kepada suami secara terbuka tentang hal-hal yang membuatnya senang dan bahagia, atau dapat pula dengan cara memperhatikan sikap dan ekpresi suami pada saat anda pelakukan sesuatu.

Tidak ada salahnya membuat hal-hal yang menjadikan suami merasa surprise, misalnya dalam menyajikan menu makanan, penataan kamar, sambutan dan senyuman yang manis, kata-kata pujian yang menggairahkan, fariasi dalam tempat dan pose hubungan dan sebagainya.

Ibu Wdy yang shalihah

Bagaimana agar ridha dipoligami? Ini memang bukan pekerjaan gampang. Tidak semua istri bisa menerimanya dengan ridha. Apalagi sangat sedikit diantara pelaku poligami yang menunjukkan contoh yang positif. Kecuali mereka yang betul-betul melakukannya karena Allah, dengan mengindahkan cara-cara yang telah disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Kesuksesan keluarga yang berpoligami sangat ditentukan oleh sejauh mana tingkat pemahaman serta ketaatan masing masing keluarga (suami dan istri-istrinya) kepada ajaran Islam. Kurangnya pemahaman dan pengamalan ajaran Islam akan menjadi sumber pemicu dalam keretakan rumah tangga. Tetapi jika disandarkan kepada pemahaman yang benar serta komitmen untuk melaksanakannya, insya-Allah saling pengertian, saling berkasih sayang dan saling membantu diantara suami dan istri-istrinya akan dapat dibangun secara bersama-sama.

Fikirkanlah masak-masak sebelum memutuskannya; adakah dengan berpoligami itu memberi kebaikan bagi diri, keluarga anda dan calon madu anda, untuk kebaikan dunia dan akhirat anda? Jika anda yakin dan merasa mantap, maka mohonlah kepada Allah agar diberi kemudahan. Tetapi jika sebaliknya, mohonlah kepada Allah agar memberi jalan keluar yang lebih baik.

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala selalu menunjukkan kepada kita kejalan yang diridhai-Nya.

Wassalam:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s